Mengapa Sebagian Orang Dapat Bertahan di Tengah Tekanan Kerja?

Di tengah dunia kerja yang semakin dinamis, kemampuan beradaptasi saja tidak selalu cukup. Penelitian menunjukkan bahwa ada kualitas psikologis yang membuat seseorang lebih siap menghadapi tantangan karier.

Dunia kerja saat ini bergerak sangat cepat dan penuh dengan perubahan. Situasi ini menuntut individu untuk tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan mental agar mampu menghadapi berbagai tekanan dan tantangan yang muncul. Hal ini juga berlaku bagi karyawan dari Generasi Z, yang kini mulai memasuki dan membentuk dinamika pasar tenaga kerja.

Salah satu kualitas penting yang perlu dimiliki adalah resiliensi. Resiliensi merupakan kemampuan individu untuk tetap bertahan, bangkit kembali, dan bahkan berkembang ketika menghadapi kesulitan atau tekanan. Individu yang resilien tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan, melainkan mampu melihat tantangan sebagai peluang untuk belajar dan memperkuat diri.

Di sisi lain, dalam konteks perkembangan karier terdapat konsep career adaptability atau adaptabilitas karier. Konsep ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk menyesuaikan diri secara fleksibel terhadap perubahan dalam dunia kerja, termasuk perubahan peran, tuntutan pekerjaan, maupun arah karier di masa depan. Individu yang memiliki adaptabilitas karier yang baik cenderung lebih proaktif dalam merencanakan masa depannya, terbuka terhadap pengalaman baru, serta mampu mengambil keputusan karier dengan lebih matang.

Ketika resiliensi dan adaptabilitas karier berkembang secara bersamaan, keduanya dapat menjadi kekuatan penting bagi individu dalam menghadapi dinamika dunia kerja yang tidak selalu mudah diprediksi. Resiliensi membantu seseorang tetap kuat ketika menghadapi tekanan, sementara adaptabilitas karier membantu individu menyesuaikan langkah dan strategi dalam perjalanan profesionalnya.

Penelitian pada 388 karyawan Generasi Z menunjukkan bahwa kemampuan untuk beradaptasi dalam karier menjadi salah satu modal penting bagi individu untuk menghadapi berbagai tantangan pekerjaan. Dalam proses tersebut, resiliensi berperan sebagai faktor yang memperkuat kemampuan individu dalam beradaptasi dengan perubahan karier (Muslimah et al., 2025).

Dengan kata lain, semakin seseorang memiliki ketahanan mental, kemauan untuk belajar, serta kemampuan bangkit dari kesulitan, maka semakin baik pula kemampuannya untuk menyesuaikan diri dengan dinamika karier yang dijalani. Pada akhirnya, di tengah dunia kerja yang terus berubah, resiliensi dan adaptabilitas karier menjadi dua kualitas penting yang membantu Generasi Z tidak hanya bertahan, tetapi juga terus bertumbuh dalam perjalanan profesionalnya.

Sumber Rujukan:
Muslimah, N. N., Wibawa, J. C., Sigalingging, D. N., Komarudin, A. H. S., & Sahrani, R. (2025). Peranan resiliensi sebagai moderator dalam hubungan career adaptability dan self-perceived employability pada karyawan Generasi Z. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD, vol. 11/2. https://journal.stkipsubang.ac.id/index.php/didaktik/article/view/6628
Bagikan: